KabartaNews.Pangkep, – Operasi pencarian korban pesawat jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, memasuki hari keenam. Tim SAR gabungan melaporkan penemuan enam jenazah korban yang tersebar di sekitar lokasi jatuhnya pesawat.
Informasi tersebut disampaikan melalui komunikasi radio dari puncak Gunung Bulusaraung ke Posko SAR Desa Tompobulu. Pada pukul 09.30 Wita, Tim Elang yang terdiri dari Elang Satu hingga Elang Lima melaporkan temuan awal. Hingga pukul 10.46 Wita, total enam jenazah berhasil teridentifikasi dengan posisi tersebar dalam radius sekitar 50 meter dari titik penemuan pertama, dan berada kurang lebih 250 meter di bawah puncak gunung.
Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo, mengatakan hingga saat ini tim masih terus melakukan penyisiran di sisi lain lereng gunung untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat.
“Untuk enam jenazah yang ditemukan hari ini, sudah direncanakan proses evakuasi menggunakan teknik gathering rescue. Tim rescue Basarnas sudah siap di puncak, dan kita doakan proses evakuasi berjalan lancar sehingga seluruh jenazah bisa diangkat ke atas puncak dan selanjutnya dievakuasi ke posko,” ujar Kolonel Dody.
Selain enam jenazah utuh, tim juga menemukan satu potongan tulang lengan. Dengan demikian, total korban yang terdata hari ini berjumlah delapan bagian tubuh. Kondisi jenazah dilaporkan sudah mengalami pembengkakan, meski beberapa ciri fisik masih dapat dikenali oleh tim di lapangan.
Jarak temuan jenazah terbaru berada di sisi selatan, sekitar 100 meter di bawah lokasi korban sebelumnya, dengan sebaran tetap dalam radius 50 meter. Medan terjal dan kondisi cuaca menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi.
Untuk proses pengangkatan, tim rescue vertikal telah disiagakan dengan teknik yang sama seperti evakuasi korban sebelumnya, yang dinyatakan berhasil.
Mudah-mudahan hari ini lebih berhasil lagi, mengingat ada enam korban yang harus diangkat ke atas puncak,” tambahnya.
Rencana evakuasi lanjutan, jika cuaca memungkinkan, jenazah yang tiba di Posko Tompobulu akan dijemput menggunakan helikopter untuk selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Namun, apabila kondisi cuaca tidak mendukung, evakuasi tetap dilakukan melalui jalur darat. Hingga kini, estimasi waktu kedatangan jenazah di posko belum dapat dipastikan.
Operasi SAR gabungan akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi.
(Redaksi***)

Tinggalkan Balasan