KabartaNews.Makassar – Tim DVI Polda Sulsel berhasil melakukan identifikasi korban tewas pesawat ATR 42 – 500 yang jatuh di pegunungan Bulusaraung. Identifikasi dilaksanakan di Rumah sakit Bhayangkara Makassar.
”Yang kemarin sudah teridentifikasi Florencia Lolita Wibisono,” ungkap Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto saat dikonfirmasi hari ini.
Tim DVI Polda Sulsel melakukan identifikasi dengan mengandalkan data antemortem dari keluarga korban dan data post mortem dari jenazah korban. Termasuk diantaranya data DNA. Dalam proses identifikasi tersebut, Tim DVI Polda Sulsel mengutamakan ketepatan. Setelah mengidentifikasi jenazah Florencia, selanjutnya tim mengidentifikasi jenazah korban berikutnya.
”Yang pagi ini baru datang. Jadi, belum teridentifikasi,” terang Kombes Didik.
Namun demikian, proses identifikasi dipastikan berjalan dengan profesional. Tim DVI Polda Sulsel tidak bekerja sendiri, mereka turut dibantu dengan perkuatan personel dari Mabes Polri. Dengan total 2 jenazah korban yang sudah berhasil dievakuasi, kini masih ada 8 korban belum ditemukan. Tim SAR Gabungan terus melanjutkan pencarian di Gunung Bulusaraung yang menjadi lokasi kecelakaan pesawat itu.
Sebelumnya Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan bahwa sepanjang operasi SAR sampai hari keempat kemarin, cuaca buruk menyertai perjuangan Tim SAR Gabungan. Meski begitu, seluruh personel yang terlibat tetap bekerja keras untuk mencari, menemukan, dan mengevakuasi korban.
”Jadi, kami akan berupaya untuk melaksanakan pencarian korban. Sambil kami mengumpulkan puing-puing untuk nanti diserahkan kepada KNKT,” kata dia.
Secara keseluruhan ada 10 korban yang on board dalam pesawat tersebut. Terdiri atas 7 orang kru, termasuk pilot dan kopilot. Kemudian 3 orang pegawai KKP yang tengah melaksanakan tugas dalam penerbangan tersebut. Basarnas memastikan akan terus berusaha mencari seluruh korban bersama Tim SAR Gabungan.
(Redaksi***)

Tinggalkan Balasan