PANGKEP — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) akan menggelar Festival Literasi Pangkep Tahun 2026 pada Selasa hingga Kamis, 20–22 Oktober 2026.

Festival literasi tersebut akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelaku UMKM, mahasiswa, lembaga perbankan, komunitas, hingga masyarakat umum.

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang bersama untuk memperkuat budaya literasi sekaligus menghadirkan berbagai aktivitas edukatif, sosial, kreatif, dan ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Pangkep.

Sejumlah agenda telah disiapkan dalam Festival Literasi Pangkep 2026. Di antaranya penganugerahan dan penyerahan hadiah lomba, penyerahan buku untuk desa dan kelurahan, launching buku, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, bedah buku, serta penampilan karya seni.

Selain itu, festival juga akan menghadirkan pameran karya literasi dan UMKM, senam bersama, gelar wicara mengenai literasi keuangan dan literasi digital, serta workshop perpustakaan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkep, Abbas Hasan, AP., MM, mengajak seluruh unsur masyarakat untuk turut mengambil bagian dan memeriahkan Festival Literasi Pangkep 2026.

Menurutnya, festival tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperluas minat baca, meningkatkan pengetahuan, serta memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat.

“Kami mengajak seluruh unsur, baik pemerintah daerah, mahasiswa, pelaku UMKM, lembaga perbankan, komunitas maupun masyarakat Kabupaten Pangkep untuk bersama-sama memeriahkan Festival Literasi Pangkep 2026,” ujarnya. Kamis 8 oktober 2026

Festival Literasi Pangkep 2026 diharapkan menjadi ruang kolaborasi berbagai pihak dalam membangun masyarakat yang semakin gemar membaca, kreatif, produktif, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan informasi.

Dengan rangkaian kegiatan yang memadukan literasi, kesehatan, seni, UMKM, edukasi keuangan, dan literasi digital, Festival Literasi Pangkep 2026 diharapkan dapat menjadi salah satu momentum penting dalam menguatkan gerakan literasi di Kabupaten Pangkep. (Red)