KabartaNews.Makassar, – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menerapkan pembelajaran secara daring bagi siswa sekolah untuk satu pekan ke depan akibat dampak kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).

Kebijakan tersebut untuk menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar di tengah kondisi distribusi BBM dan elpiji 3 kg yang masih menjadi perhatian, khususnya di sejumlah wilayah Sulsel.

Andi Sudirman dalam keterangannya di Makassar, Sabtu, mengatakan pembelajaran daring selama sepekan diharapkan dapat menjadi solusi sementara dalam mengurangi intensitas mobilitas masyarakat. Kegiatan pendidikan tetap berjalan secara daring dan akan di evaluasi setelah pemberlakuan dalam sepekan ke depan.

“Kita mengambil langkah pembelajaran daring selama satu minggu. Pembelajaran tetap berlangsung hanya tidak tatap muka langsung. Ini sifatnya sementara, karena kita melihat kondisi di lapangan dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat,” katanya.

Gubernur menjelaskan, pemerintah terus melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina untuk melakukan solusi dan memastikan ketersediaan dan penyaluran BBM-LPG 3 Kg berjalan baik.

“Kami telah berkoordinasi Bapak Walikota Makassar dan akan dilakukan kebijakan yang sama untuk sekolah pada tingkat kewenangannya. Untuk kabupaten kota lainnya dapat menyesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing,” ungkapnya.

Andi Sudirman berharap langkah bersama tersebut dapat membantu mengurangi mobilitas sementara, sembari pemerintah dan Pertamina terus memperkuat penanganan di lapangan.

“Kita mohon masyarakat tetap bersabar. Pemerintah provinsi dan kabupaten kota terus bekerja dan melakukan koordinasi dengan Pertamina,” ujarnya.

“Kita berharap Pertamina dapat melakukan langkah-langkah cepat termasuk distribusi BBM untuk amankan stok, menambah kuota BBM untuk Sulsel, sidak operasional Nozzle SPBU dan pengetatan lainnya. Kita siap backup bersama TNI Polri dan Satpol serta dishub Kabupaten/Kota,” kata Andi.

(Redaksi***)