Ajang nasional yang mempertandingkan 19 cabang dan kategori ini tidak hanya menjadi ruang kompetisi untuk menunjukkan kemampuan membaca, menghafal, memahami, dan mengembangkan nilai-nilai Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum memperkuat karakter ASN yang religius, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Dari seluruh rangkaian perlombaan, para peserta dari berbagai provinsi serta kementerian dan lembaga pemerintah berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya. Sejumlah daerah seperti DKI Jakarta, Sumatera Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan berbagai provinsi lainnya tampil sebagai peraih juara di sejumlah cabang.
Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah juga mencatat prestasi membanggakan. Kafilah tuan rumah berhasil menempati posisi tiga besar di berbagai cabang, sekaligus menunjukkan bahwa penyelenggaraan MTQ VIII Korpri Nasional 2026 di Pangkep berlangsung seiring dengan capaian prestasi para ASN daerah.
Pada cabang Hifzh Al-Qur’an Juz 30 kategori hafidzah, Nurjiah Umar dari Sulawesi Selatan berhasil meraih juara II. Prestasi Sulawesi Selatan berlanjut pada Hifzh Al-Qur’an Surah Al-Baqarah, dengan Husairi Muh. Amin meraih juara II kategori hafizh dan Latiffatul Isyaroh menjadi juara I kategori hafidzah.
Pada Hifzh Al-Qur’an 7 Surah Pilihan, Muhshimannur S meraih juara II kategori hafizh, sementara Andi Sri Maryam Ulfa tampil sebagai juara I kategori hafidzah.
Kafilah Sulawesi Selatan juga berhasil masuk jajaran terbaik pada sejumlah cabang lain, antara lain Hifzh Al-Qur’an Surah An-Nisa, Khath Al-Qur’an Lukis Kontemporer, Khutbah Jum’at, Adzan, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an, Haflah Tilawah Al-Qur’an, serta Cipta dan Baca Puisi Islami.
Sebaran juara dalam MTQ VIII Korpri Nasional 2026 memperlihatkan tingginya kualitas peserta yang datang dari berbagai wilayah Indonesia.
Pada Tilawah Al-Qur’an kategori qari, M. Gilfon Sumbara dari DKI Jakarta meraih juara I, disusul Arif Rohman dari Banten dan Khaidir Anwar Saleh dari Kalimantan Tengah. Untuk kategori qari’ah, juara I diraih Rissa Fatmi dari Sumatera Barat, diikuti Siti Hidayati dari Kalimantan Timur dan Syarah Yunita dari Papua Barat Daya.
Pada Tartil Al-Qur’an, Muhammad Abdan dari Kalimantan Timur menjadi juara I kategori murattil, sedangkan kategori murattilah dimenangkan Mariyana dari Riau.
Kekuatan peserta juga terlihat pada cabang hafalan Al-Qur’an. Jawa Timur, DKI Jakarta, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, dan sejumlah daerah lainnya silih berganti mengisi posisi juara dalam berbagai kategori hafalan.
Sementara itu, pada cabang Khath Al-Qur’an, para peserta menunjukkan kemampuan memadukan penguasaan seni kaligrafi dengan kreativitas visual. Juara juga tersebar pada kategori dekorasi, lukis kontemporer, digital klasik/tradisional, dan digital kontemporer.
Cabang yang berkaitan dengan kemampuan dakwah dan komunikasi keislaman juga berlangsung kompetitif. Pada Dakwah Al-Qur’an, juara I kategori da’i diraih Dedi Sastra dari Aceh, sedangkan kategori daiyah dimenangkan Sastra Yunita dari Sumatera Barat.
Pada Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an, Dr. H. Nanang Faisol Hadi dari Kalimantan Timur menjadi juara I kategori penulis putra, sementara Hasrianti Hasanuddin dari Sulawesi Selatan meraih juara I kategori penulis putri.
Adapun cabang Hafalan Hadis Nabi Muhammad SAW dimenangkan Imamul Muttaqin dari Sumatera Barat untuk kategori muhadis dan Dr. Nur Chanifah dari Jawa Timur untuk kategori muhadisah.
Di cabang Cipta dan Baca Puisi Islami, Muhammad Irfan Anas dari Kementerian Luar Negeri meraih juara I kategori pencipta puisi pria, sedangkan Tri Handayani dari Sulawesi Selatan menjadi juara I kategori pencipta puisi wanita.
MTQ Korpri bukan sekadar kompetisi antarkafilah. Kehadiran ASN dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam ajang ini menjadi gambaran bahwa penguatan kompetensi dan profesionalitas aparatur dapat berjalan beriringan dengan pembentukan karakter serta penghayatan terhadap nilai-nilai keagamaan.
Melalui MTQ VIII Korpri Nasional 2026, semangat membaca dan mengamalkan Al-Qur’an diharapkan semakin tumbuh di lingkungan birokrasi. Nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, keteladanan, dan pengabdian yang terkandung dalam ajaran Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam membangun ASN yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berintegritas.
Berakhirnya MTQ VIII Korpri Nasional 2026 di Pangkep dengan demikian bukan menjadi akhir dari semangat yang telah dibangun selama kompetisi. Sebaliknya, momentum tersebut diharapkan menjadi bekal bagi seluruh peserta untuk membawa nilai-nilai Al-Qur’an kembali ke lingkungan kerja dan masyarakat.
Selamat kepada seluruh juara dan peserta MTQ VIII Korpri Tingkat Nasional 2026. Prestasi boleh berakhir di panggung perlombaan, tetapi semangat menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai inspirasi dalam pengabdian kepada bangsa dan negara harus terus menyala.

Tinggalkan Balasan