KabartaNews.Pangkep – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar sosialisasi dan demonstrasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) berbahan dasar air cucian beras di Kantor PKK Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan yang merupakan program kerja individu mahasiswa Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unhas tersebut berlangsung pukul 13.00–15.00 WITA. Kegiatan dihadiri oleh masyarakat Desa Tompo Bulu serta sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya Sekretaris Desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kepala Dusun I, dan warga setempat.
Program ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga, khususnya air cucian beras, agar dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat. Selain mudah dibuat, POC juga diperkenalkan sebagai salah satu alternatif dalam mendukung pemeliharaan tanaman sekaligus mengurangi limbah rumah tangga.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik serta penerapan ilmu kimia dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa menjelaskan prinsip dasar pembuatan POC melalui proses fermentasi dengan memanfaatkan Effective Microorganisms 4 (EM4) dan molase.
“Bapak dan Ibu, banyak bahan yang selama ini dianggap limbah sebenarnya masih memiliki nilai guna. Salah satunya adalah air cucian beras. Dengan proses fermentasi yang sederhana, limbah ini dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman sekaligus membantu mengurangi pencemaran lingkungan,” jelas mahasiswa KKN saat menyampaikan materi.
Mahasiswa juga menjelaskan bahwa fermentasi merupakan salah satu penerapan ilmu kimia yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam proses tersebut, mikroorganisme membantu menguraikan bahan organik sehingga menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan dalam perawatan tanaman.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan POC. Mahasiswa memperagakan secara langsung setiap tahapan, mulai dari pencampuran air cucian beras dengan EM4 dan molase, pengadukan bahan, hingga teknik penyimpanan selama proses fermentasi.
Demonstrasi tersebut mendapat antusiasme dari masyarakat. Peserta mengikuti setiap tahapan dengan saksama dan aktif mengajukan pertanyaan mengenai cara penggunaan POC, jenis tanaman yang dapat diberikan pupuk, lama proses fermentasi, serta cara penyimpanan agar produk dapat digunakan dengan baik.
Dalam sesi diskusi, mahasiswa turut menjelaskan bahwa pemanfaatan POC dapat menjadi salah satu alternatif dalam pemeliharaan tanaman sekaligus mendukung upaya pengurangan limbah rumah tangga. Pemanfaatan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mengembangkan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Sekretaris Desa Tompo Bulu menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN Unhas. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat mengenai pengelolaan limbah rumah tangga melalui metode yang sederhana dan mudah diterapkan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Unhas berharap masyarakat Desa Tompo Bulu dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara mandiri. Pemanfaatan air cucian beras menjadi POC diharapkan tidak hanya membantu mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga menjadi langkah sederhana dalam mendorong pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat. Dengan inovasi sederhana berbasis ilmu kimia, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya pengelolaan limbah dan pemanfaatan bahan rumah tangga secara bijak untuk mendukung lingkungan yang lebih berkelanjutan.
(Melykha***)

Tinggalkan Balasan