KabartaNews.Sport,- Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, menegaskan bahwa Prancis juga memiliki alasan untuk mewaspadai timnya menjelang laga semifinal Piala Dunia 2026. Pernyataan itu disampaikan setelah Spanyol memastikan tempat di empat besar usai menundukkan Belgia dengan skor 2-1.
De la Fuente menjadi pelatih ketiga dalam sejarah yang berhasil membawa Spanyol menembus semifinal Piala Dunia. Sebelumnya, pencapaian serupa hanya mampu diraih Guillermo Eizaguirre pada 1950 dan Vicente del Bosque saat membawa La Roja menjadi juara dunia pada 2010.
Sebelum membahas pertandingan, De la Fuente lebih dulu menyampaikan belasungkawa kepada para korban kebakaran di Almería serta keluarga fotografer tim nasional, Ángel Martínez, yang baru saja kehilangan sang ibu.
“Saya ingin menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban di Almería dan juga kepada keluarga Ángel Martínez. Semoga mereka diberikan kekuatan menghadapi masa sulit ini,” ujar De la Fuente.
Mengenai kemenangan atas Belgia, pelatih berusia 65 tahun itu memuji karakter para pemainnya. Menurutnya, Spanyol sebenarnya pantas menang dengan skor yang lebih meyakinkan, namun tetap menghargai sulitnya setiap pertandingan di Piala Dunia.
“Karakter tim ini luar biasa. Saya bangga bisa melatih mereka. Kami sudah melakukan lebih dari cukup untuk menang dengan lebih mudah, tetapi kami juga harus memahami betapa sulitnya memenangkan pertandingan di level ini,” katanya.
Salah satu pemain yang kembali mendapat pujian adalah Mikel Merino, pencetak gol kemenangan Spanyol pada menit ke-88. De la Fuente menilai gelandang Arsenal tersebut merupakan pemain yang sangat komplet dan mampu bermain di berbagai posisi.
“Merino memiliki begitu banyak kualitas. Dia bisa bermain untuk klub atau tim nasional mana pun. Dia bisa menjadi gelandang bertahan, gelandang serang, playmaker, bahkan penyerang, dan selalu tampil di level tertinggi. Setiap kali kami membutuhkannya, dia selalu siap,” ungkapnya.
Menghadapi Prancis di semifinal, De la Fuente mengakui pertandingan akan berlangsung sangat berat. Namun, ia menegaskan bahwa Les Bleus juga memiliki alasan untuk merasa khawatir karena Spanyol telah membuktikan mampu mengalahkan mereka dalam pertemuan sebelumnya.
“Kami akan bekerja keras untuk mengalahkan Prancis. Namun mereka juga akan sama khawatirnya. Kami adalah satu-satunya tim di dunia yang mampu mengalahkan mereka dalam dua pertandingan berturut-turut,” tegasnya.
De la Fuente juga menjelaskan alasan memainkan Fabián Ruiz sejak awal dan menyimpan Pedri di bangku cadangan. Menurutnya, keputusan tersebut murni didasarkan pada kebutuhan taktik, bukan karena performa individu pemain.
“Fabián dan Pedri sama-sama pemain hebat. Kami hanya merasa pertandingan ini membutuhkan karakter permainan Fabián sejak awal, sementara Pedri bisa memberikan pengaruh besar saat masuk dengan kondisi yang lebih segar,” jelasnya.
Ia kembali menekankan bahwa seluruh pemain memiliki peran yang sama pentingnya, baik sebagai starter maupun pemain pengganti. Keharmonisan di dalam skuad disebut menjadi salah satu kunci keberhasilan Spanyol sejauh ini.
(Redaksi***)

Tinggalkan Balasan