PANGKEP-Dugaan penipuan berkedok penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kembali mencuat di Kabupaten Pangkep. Seorang oknum diduga mencatut nama Bendahara Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep untuk meyakinkan korban agar menyerahkan sejumlah uang dengan janji dapat diloloskan menjadi CPNS.

Kasus tersebut mulai terungkap setelah pelaku terus mendesak pihak keluarga korban agar segera menyetor sisa dana yang diminta dengan alasan proses pengurusan dan penempatan CPNS di lingkup Dinas Pendidikan sedang berjalan.

Salah satu keluarga korban mengaku memiliki dua keponakan yang menjadi korban dugaan penipuan tersebut. Keduanya disebut telah menyerahkan uang masing-masing sebesar Rp3 juta kepada oknum pelaku. Hal tersebut disampaikan kepada awak media saat korban dan keluarga datangi Dinas pendidikan Kabupaten Pangkep, Kamis, 21 Mei 2026.

“Saya ada dua keponakan yang jadi korban. Mereka masing-masing sudah membayar Rp3 juta karena dijanjikan bisa diurus menjadi Calon CPNS,” ungkap keluarga korban.

Tidak berhenti sampai di situ, pelaku juga diduga terus memberikan tekanan kepada korban agar segera melunasi pembayaran tambahan dengan dalih kebutuhan “sonasi” atau penempatan sebagai CPNS di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep.

Keluarga korban mulai menaruh curiga lantaran permintaan uang dilakukan secara berulang tanpa adanya bukti resmi maupun kejelasan terkait proses seleksi CPNS yang dijanjikan.

“Saat ini bukti transfer dan rekaman percakapan sudah saya simpan,” tambahnya.

Pihak keluarga berharap aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan penyelidikan atas dugaan penipuan tersebut serta menindak tegas oknum yang diduga mencatut nama pejabat Dinas Pendidikan demi melancarkan aksinya.

Masyarakat juga diimbau agar lebih berhati-hati terhadap pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan CPNS dengan imbalan sejumlah uang. Sebab, proses seleksi CPNS resmi pemerintah dilakukan secara transparan dan tidak dipungut biaya di luar ketentuan yang berlaku.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dissikbud Kabupaten Pangkep Hasbullah,ST menanggapi kasus ini dan respon cepat dengan melakukan pemanggilan terduga oknum ASN dilingkup Disdikbud.

“Hari ini kami sudah melakukan pemanggilan dan kalau terbukti kami akan proses sesuai aturan yang berlaku” ucap Hasbullah

Kasus ini masih didalami Dinas Pendidikan kabupaten Pangkep,dan tidak menutup kemungkinan banyak korban akibat ulah pelaku (Red)