KabartaNews.Pangkep, – Serikat Karyawan Semen Tonasa (SKST) menggelar kegiatan ramah tamah dan perayaan Hari Ulang Tahun ke-27 di Ruang Auditorium Kantor Pusat PT Semen Tonasa, Rabu (13/5/2026).
Mengusung tema “Memperkuat Solidaritas, Meneguhkan Komitmen Bersama”, kegiatan ini menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis, Direktur Operasi Mochamad Alfin Zaini, Direktur Keuangan dan SDM Sulaiha Muhyiddin, jajaran Band 1, pimpinan perusahaan afiliasi, pembina dan pengurus pusat SKST, para karyawan dan karyawati PT Semen Tonasa, KIKST, serta para stakeholder.
Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis, menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan semangat kebersamaan yang terus dijaga oleh SKST selama 27 tahun perjalanan organisasi. Menurutnya, tema yang diangkat tahun ini menjadi pengingat agar seluruh insan perusahaan tidak hanya merasa nyaman dengan kondisi yang ada, tetapi juga terus membuka diri terhadap peluang dan kemungkinan baru demi kemajuan perusahaan dan organisasi.
Anis juga menegaskan pentingnya solidaritas dan kolaborasi di tengah tantangan industri yang semakin kompleks, khususnya di kawasan Indonesia Timur. “Kita tidak perlu berpikir bagaimana kita selamat sendiri. Kita harus berpikir bagaimana kita bisa bersama, bersatu, dan berkolaborasi. Karena saya yakin, jika kita bersatu dan membangun kolaborasi yang baik, maka kesejahteraan akan datang dengan sendirinya,” ujarnya
Ia menambahkan bahwa tantangan industri saat ini cukup berat, terutama terkait kondisi logistik di kawasan Indonesia Timur, akibat kelangkaan BBM yang berdampak pada meningkatnya biaya distribusi.
“Kondisi regional yang terjadi saat ini, di mana terjadi kelangkaan BBM, sangat mempengaruhi biaya logistik kita. Ini menjadi tantangan utama hari ini, bagaimana kapal-kapal tidak lagi banyak beroperasi karena sebagian pemilik kapal tidak berani mengoperasikannya dengan tingginya biaya BBM saat ini. Sementara kita harus tetap mengangkut semen ke daerah-daerah Indonesia Timur. Ini menjadi tantangan kita bersama,” tambahnya.
(Redaksi***)

Tinggalkan Balasan