PANGKEP – Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) resmi dinobatkan sebagai daerah dengan tingkat literasi terbaik di Indonesia.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Pangkep berhasil mencatatkan capaian tertinggi dalam penilaian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dengan skor meyakinkan, 55,41.
Prestasi gemilang ini dikukuhkan melalui Surat Keputusan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Nomor B.844/4/APB.00.02/II.2026 yang dirilis oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) pada Jumat (20/2/2026).
Lompatan Fenomenal dari Peringkat Daerah ke Puncak Nasional capaian ini menempatkan Kabupaten Pangkep pada posisi puncak di dua level sekaligus, yakni Peringkat 1 di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dan Peringkat 1 di tingkat Nasional.
Keberhasilan ini disebut sebagai sebuah lompatan fenomenal. Mengingat selama dua tahun berturut-turut sebelumnya Pangkep tertahan di peringkat ketiga tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, kini daerah berjuluk “Butta Siang” tersebut berhasil melesat melampaui berbagai kabupaten/kota besar lainnya di seluruh Indonesia.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkep, Abbas Hasan, SP., MM., mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian bersejarah ini. Beliau menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras di balik layar.
“Prestasi ini adalah hasil kerja keras, sinergi, dan dedikasi seluruh tim DPK Pangkep serta dukungan luar biasa dari masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penguatan literasi hingga ke pelosok desa dan wilayah kepulauan,” ujar Abbas Hasan.
Skor 55,41 yang diraih Pangkep didasarkan pada evaluasi ketat beberapa indikator kunci dari Perpusnas RI, di antaranya:
* Pemerataan layanan perpustakaan yang menjangkau masyarakat luas.
* Ketersediaan koleksi bahan pustaka yang memadai dan relevan.
* Tingginya keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan literasi.
* Kualitas tenaga perpustakaan yang kompeten dan profesional.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi besar bagi Pemerintah Kabupaten Pangkep untuk terus mempertahankan standar pelayanan informasi dan menjadikan literasi sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia di masa depan. (Red)

Tinggalkan Balasan