PALU – Suasana sejuk dan penuh keberkahan menyelimuti Masjid Ulil Al-Bab, Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, di Jalan Hang Tuah, Rabu pagi (20/12/2025).
Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Endi Sutendi, hadir langsung untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah sekaligus bersilaturahmi dengan civitas akademika, warga, dan jamaah setempat.
Kehadiran jenderal bintang dua yang dikenal bersahaja dan religius ini bukan sekadar tugas formal kepolisian, melainkan wujud nyata kehadiran Polri di setiap lini kehidupan masyarakat, termasuk dalam aktivitas keagamaan dan sosial.
Dalam arahannya di hadapan jamaah, Kapolda Endi Sutendi menegaskan komitmen Polri untuk senantiasa hadir dan eksis di tengah masyarakat Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah. Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan masyarakat harus dibangun melalui kedekatan emosional dan spiritual.
“Kehadiran kami tidak sebatas simbolistik pada tugas fungsional kepolisian semata. Kami ingin mempertebal sinergi ukhuwah dalam seluruh aspek aktivitas keseharian. Jika ukhuwah ini kuat, maka Sulawesi Tengah akan senantiasa aman, damai, dan sejuk dalam bingkai kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas Kapolda.
Memanfaatkan momentum tersebut, Kapolda juga memberikan sosialisasi terkait Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Beliau mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan berkolaborasi demi ketertiban bersama.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam upaya-upaya devide et impera atau adu domba yang dapat merusak tatanan sosial. Sebagai bentuk kepedulian nyata, kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan bantuan berupa mushaf Al-Qur’an dan paket sembako kepada jamaah serta masyarakat yang hadir.
Kegiatan safari subuh ini mendapat respon positif dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari tokoh masyarakat Sulawesi Tengah sekaligus aktivis senior alumni UMI angkatan 90-an, Zaenal Abduh.
“Apa yang dilakukan Bapak Kapolda ini luar biasa dan memberikan manfaat positif bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tengah. Ini memberikan efek domino yang baik, di mana para Kapolres di kabupaten/kota tentu akan mencontoh teladan ini. Demi ketentraman dan kemakmuran masyarakat yang kita cintai bersama, Aamiin,” ujar Zaenal Abduh.
Salat yang paling berat bagi orang munafik adalah salat Isya dan salat Subuh. Padahal jika mereka tahu keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya walau harus merangkak.” (HR. Bukhari & Muslim) ucap zainal
Kegiatan silaturahmi subuh ini diharapkan menjadi katalisator terciptanya kondusivitas wilayah yang berkelanjutan. Dengan pendekatan yang humanis dan religius, Polda Sulawesi Tengah optimis mampu mewujudkan wilayah yang tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga tenteram secara batiniah.
Narasumber (Arman Makassar)

Tinggalkan Balasan