PANGKEP – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pangkep menegaskan komitmennya dalam memajukan kualitas pendidikan melalui implementasi teknologi. Pangkep (8/11/2025)
Hal ini diwujudkan dengan suksesnya pelaksanaan Kegiatan Pendampingan Pelaksanaan Digitalisasi Pembelajaran yang bertempat di SMP Negeri 2 Pangkajene pada hari Jumat dan Sabtu, 7 hingga 8 November 2025.
Kegiatan ini secara spesifik menargetkan Guru dari sekolah-sekolah yang mendapatkan alokasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja. Pemilihan peserta ini bertujuan untuk memastikan bahwa sekolah yang memiliki capaian kinerja baik, turut menjadi pionir dalam adopsi teknologi pembelajaran.
Dukungan Penuh Pimpinan Disdikbud dan Kehadiran BBPMP
Acara dibuka dan dipantau langsung oleh Kepala Disdikbud Kabupaten Pangkep, Dr. Sabrun Jamil, S.Pi., M.P., yang didampingi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan, Syamsir Palisuri Sua, S.E., M.M.
“Digitalisasi pembelajaran bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk menyiapkan peserta didik kita menghadapi tantangan masa depan. Kami berharap pendampingan ini dapat meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan platform dan sumber daya digital secara efektif di kelas,” ujar Dr. Sabrun Jamil dalam sambutannya.
Kehadiran perwakilan dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sulawesi Selatan turut memperkuat bobot dan kualitas kegiatan. Keterlibatan BBPMP menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pusat dalam memastikan mutu implementasi kebijakan pendidikan, khususnya di bidang digital.
Fokus Utama Pendampingan
Selama dua hari, para peserta mendapatkan materi dan sesi praktik intensif mengenai: Pengembangan materi ajar berbasis digital. Pemanfaatan Learning Management System (LMS) dan aplikasi pendukung pembelajaran.
Strategi pengintegrasian teknologi dalam kurikulum merdeka.Diharapkan, setelah mengikuti pendampingan ini, para guru dapat segera menerapkan praktik baik digitalisasi pembelajaran di sekolah masing-masing, yang pada akhirnya akan menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, relevan, dan bermakna bagi siswa. (red)

Tinggalkan Balasan