KabartaNews.PANGKEP, – Upaya integrasi kekayaan alam dan sejarah lokal ke dalam materi ajar digencarkan di Kabupaten Pangkep. Puluhan tenaga pengajar dari jenjang pendidikan PAUD, TK, hingga SD se-Kabupaten Pangkep memadati Ruang Audio Visual Pusat Informasi Geologi (PIG) Maros Pangkep,Senin (3/11/2025)

Mereka menghadiri kegiatan Sosialisasi Pusat Informasi Geologi Maros Pangkep yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman guru mengenai warisan alam, budaya, dan sejarah di wilayah mereka.

Integrasi SDA, Wisata, dan Sejarah dalam Kurikulum

Acara yang ditangani langsung oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Pangkep ini menempatkan Putri, Penanggung Jawab dari dinas tersebut, sebagai pemateri utama.

Dalam paparannya, Putri memperkenalkan potensi Kabupaten Pangkep secara komprehensif. Ia menjelaskan bagaimana PIG Maros Pangkep dapat menjadi pusat rujukan untuk memahami:

Potensi Sumber Daya Alam: Kekayaan alam dan keunikan geologi yang membentuk lanskap Pangkep.

Wisata Budaya dan Sejarah: Keterkaitan antara formasi geologi dengan perkembangan budaya dan sejarah masyarakat setempat.

Putri menekankan bahwa PIG Maros Pangkep adalah sarana strategis untuk mengintegrasikan wisata, budaya, dan sejarah ke dalam materi pengajaran, dan berharap para guru menjadi duta penyebar pengetahuan ini.

“Kami berharap para guru, dari PAUD hingga SMA, dapat menjadi duta-duta yang memperkenalkan kekayaan daerah kita. Geopark Maros Pangkep adalah laboratorium raksasa yang menyediakan pelajaran tentang sumber daya alam, sejarah, dan budaya yang otentik,” ujar Putri.

Dukungan Penuh dari IGTKI Pangkep

Keterlibatan aktif guru PAUD dan TK mendapat sambutan hangat. Julyance Roring, S.Pd, selaku Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Pangkep, menyampaikan dukungan penuhnya atas inisiatif ini.

“Kami, para guru PAUD dan TK, menyambut baik sosialisasi ini. Pengenalan kekayaan geologi dan budaya lokal sejak usia dini sangat penting. Dengan adanya Pusat Informasi Geologi, kami memiliki referensi nyata untuk mengajarkan anak-anak tentang lingkungan sekitar mereka dengan cara yang lebih menyenangkan dan kontekstual,” kata Julyance.

Melibatkan seluruh jenjang sekolah, kegiatan ini menunjukkan upaya Pemerintah Kabupaten Pangkep untuk menanamkan kesadaran geowisata sejak usia dini, memastikan bahwa generasi muda memahami nilai penting pelestarian warisan geologi.

(Red)