KabartaNews.Pangkep, – Potensi besar di wilayah Kepulauan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) dinilai belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Aco Paranrangi, S.Pd., M.Si., seorang tokoh masyarakat Kalmas, dalam diskusi santai di Warkop Hayati, Pangkajene, pada Minggu (21/9/2025).

Menurut Aco, yang juga menjabat sebagai ketua Kerukunan Keluarga Mandar Pangkep, kekayaan alam di Kepulauan Pangkep, seperti sektor perikanan dan pariwisata bahari, memiliki peluang besar untuk dikembangkan.

“Selama ini, masyarakat kepulauan hanya mengandalkan hasil tangkapan ikan. Padahal, kita bisa mengembangkan sektor turunan lain, seperti olahan hasil laut, wisata pulau, dan produk ekonomi kreatif,” jelasnya.

Aco menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam mendampingi masyarakat. Ia menilai program yang ada saat ini masih bersifat jangka pendek dan kurang memberikan dampak signifikan bagi pembangunan ekonomi lokal.

Selain itu, ia juga mendorong keterlibatan generasi muda untuk ikut berinovasi. Ia meyakini, pemuda memiliki peran vital dalam membawa ide-ide segar, terutama di era digital.

“Kalau anak muda dilibatkan, mereka bisa menjadi motor penggerak promosi produk lokal maupun destinasi wisata. Dengan begitu, Kepulauan Pangkep bisa lebih dikenal tidak hanya di Sulawesi Selatan, tetapi juga secara nasional bahkan internasional,” tegasnya.

Aco juga mengingatkan agar pengelolaan potensi lokal harus mengedepankan kelestarian lingkungan. Eksploitasi sumber daya laut tanpa aturan justru akan merugikan masyarakat di masa depan.

“Pembangunan berkelanjutan harus menjadi pijakan utama,” tambahnya.

Diskusi yang dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat ini juga menyimpulkan bahwa kerja sama lintas sektor sangat diperlukan agar pembangunan kepulauan menjadi lebih terarah.

Aco Paranrangi menutup perbincangan dengan harapan besar, “Jika kita serius, Kepulauan Pangkep bisa menjadi pusat ekonomi maritim dan pariwisata yang membanggakan, bukan hanya bagi daerah tapi juga bangsa.”

(Redaksi***)