Pangkep– Menyikapi kasus penyerangan yang dilakukan kelompok PWI LS (Perjuangan Wali Songo Indonesia_Laskar Sabili), terhadap Pengajian yang dihadiri Imam Besar Habib Rizieq Shihab pendiri Front Persaudaran Islam di Pemalang, memicu Rekasi Keras dari berbagai ormas di seluruh Indonesia terutama Forum Ummat Islam Bersatu Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Sulsel.

Pernyataan sikap ini dibacakan Ketua FUIB Kabupaten Pangkep Muh.Alwi Fatahilllah,Ahad (27 Juli 2025) di Markas FUIB Pangkep

Pernyataan sikap tersebut yang juga dihadiri Ketua PA 212 Persada Kabupaten Pangkep Muh.Yunus dan Sekertarisnya Ustdz Hendaryani,Lc dan mantan Ketua Front Pembela Islam AM.Paranrangi dan sejumlah Tokoh Pergerakan Islam Kabupaten Pangkep, pernyataan sikap FUIB sebagai berikut :

1. Mendesak Penegak Hukum mengusut Tuntas PWI LS atas Penyerangan setiap Kegiatan IB HRS di Pemalang dan di tempat lainnya.

2. Mendesak Aparat Penegak Hukum membubarkan Semua aktivitas PWI LS, sebab telah merusak KEBHINEKAAN dengan Jargon PRIBUMI, Sedang sasaran kebencian terhadap Ulama.

3. Bahwa PWI LS melakukan provokasi mengajak pada elemen masyarakat membubarkan Pengajian, sedang kegiatan keagamaan adalah nafas pembentukan karakter bangsa yang dijamin UUD 1945.

4. Mendesak pada Presiden Republik Indonesia untuk segera melakukan evaluasi terhadap Institusi Kepolisian atas dugaan ketidak tegasan dalam menyikapi pembubaran Pengajian oleh kelompok PWI LS

5. Mendesak Pada Presiden untuk Segeran menjamin keamanan setiap kegiatan keagamaan, sebagai wujud lahirnya keutuhan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Pernyataan dibuat sebagai bagian dari kecintaan pada Negara Republik Indonesia, bahwa negara kebhinekaan wajib terjaga dengan baik dalam mengantarkan rakyat Indonesia pada tercapainya cita-cita luhur pendiri bangsa tutur Ustdz Alwi Fatahillah (Red)