(muhammad fathur resky rusdi)
PANGKEP- Negara Indonesia adalah sebuah negara kesatuan republik yang memiliki berbagai macam suku, budaya dan ras seuai dengan sila pancasila yang ke tiga “Persatuan indonsia”.
Dalam sila itu kitab isa mengartikan bahwa negara indonesia merupakan suatu persatuan yang kaya dengan budaya.
Mengapa itu bisa terjadi, menurut koentjaranigrat bahwa bangsa Indonesia merupakan manusia modern yang bermigrasi 3.000 tahun yang lalu. Koentjaranigrat merupakan seorang antropolog yang sangat berpengaruh besar terhadap mendeskripsikan Sejarah dan budaya yang ada di indonesia.
Perlu di garis bawahi bahwa itu hanya sekedar asumsi jauh sebelum itu sudah banyak penemuan-penemuan barang prasejarah yang masih di tinggal kan oleh nenek moyang kita, yang dulunya nenek moyang kita sebelum mengenal apa itu rumah seperti sekarang mereka tinggal di sebuah goa-goa yang tak berpenghuni.

Salah satu pulau yang memiliki goa terbanyak ada di sulawesi. tempat tinggal nenek moyang kita contohnya seperti goa leang-leang, leang panninge, goa sumpang bita, dan masih banyak goa lainnya yang berada di seluruh penjuruh negeri di dalam penemuan tim arkeolog menemukan banyak peninggalan prasejarah yang sangat penting yaitu: Goa leang-leang, Lukisan telapak tangan manusia dan babi rusi (anoa atau suidae) dengan pikmen mera.
Berdasarkan penelitian tes uranium-thorium dating, tim arkeolog memperkirakan usia lukisan ini sudah ada pada 39.000 – 45.500 tahun yang lalu. lukisan ini merupan lukisan tertua di dunia melebihi lukisan yang berada di prancis goa chauvet (prancis)
Goa leang panninge, tim arkeolog gabungan Indonesia – Australia – jerman berkolaborasi meneliti goa yang berada di dua kabupaten ini. pada tahun 2015 Di dalam goa leang panninge tim arkeolog menemukan sebuah serpihan batu dan sisa fauna yang di tinggal oleh nenek moyang kita pada zaman dahulu kerangka tubuh manusia (perempuan) dalam posisi terkubur rapih yang diberikan nama pada tahun 2021 di jurnal nature yaitu “besse”.
Goa sumpang bita, ditemukan oleh Frist dan Paul Sarassin dari Swiss pada tahun 1902. Gua ini merupakan peninggalan dari penduduk Toala yang berarti orang bertempat tinggal di hutan. Di dalam gua itu terdapat beberapa lukisan seperti telapak tangan orang dewasa dan anak-anak, telapak kaki, rusa, babi, ayam, dan sebuah sampan atau perahu. Semua gambar-gambar ini berwarna merah karena merah melambangkan keberanian. Warna ini terbuat dari hematite atau oker yang di kunyah hingga hancur disemprotkan ke telapak tangan yang telah diletakkan di dinding gua.
Siapa manusia pertama di sulawesi, berasal dari zaman Paleolitikum (zaman batu tua) adalah pada zaman itu manusia masih hidup dengan cara “nomaden” (berpindah-pindah) banyak alasan mengapa pada zaman itu manusia prasejarah pada saat itu manusia belum tau cara memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitarnya berbeda dengan zaman sekarang, manusia prasejarah hanya mengandalkan hasil alam yang melimpah.
Sulawesi menurut bahasa itu terbagi menjadi dua bahasa “Sula” di artikan sebagai besi dan “wesi” di artikan juga sebagai besi dalam (bahasa jawa atau melayu) dapat di artikan bahwa sulawesi adalah “pulau besi”.
Mengapa pulau besi. karena sulawesi adalah salah satu pulau yang memiliki total kekayaan besi yang di tandai dengan banyak tambang logam. pada abad-16 bangsa Portugis memberikan nama ke pulau sulawesi dengan nama “celebes”, nama tersebut di gunakan bangsa hindia belanda di peta kolonial Belanda pada saat itu.
Sulawesi memiliki pengaruh besar di Indonesia Timur melalui peran ekonomi, budaya, dan sejarahnya. Makassar menjadi pusat perdagangan dan pendidikan. Kerajaan Gowa dan Bone berperan penting dalam penyebaran Islam. Budaya Bugis dan Makassar menyebar luas hingga Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua.

Tinggalkan Balasan