Pangkep.KabartaNews – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 2 Pangkep terus menunjukkan komitmennya membangun pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Salah satu bentuk nyata kebijakan tersebut adalah program pemberian seragam gratis kepada siswa kurang mampu.

Kepala SMK 2 Pangkep, H.Muhammad Rusli, saat penyerahan bantuan langsung kesiswa (25/06), mengatakan kebijakan ini telah diterapkan sejak dirinya menjabat sebagai kepala sekolah pada tahun 2023. Program ini dilakukan bersama guru-guru sebagai bentuk empati terhadap siswa yang orang tuanya kesulitan membeli seragam.

“Sejak saya definitif menjadi kepala sekolah, kami sepakat untuk membantu siswa kurang mampu. Ada yang digratiskan, ada yang dicicil, bahkan guru yang anaknya sekolah di sini pun kami gratiskan,” ungkapnya

Lanjutnya, bahwa hingga kini tercatat 33 siswa telah terbantu lewat program tersebut. Rinciannya, lima siswa digratiskan pada 2023, empat siswa di 2024, dan satu siswa pada 2025, sementara 23 siswa lainnya diberikan skema cicilan.

Selain program sosial bantuan, SMK 2 Pangkep juga mencatat sejumlah prestasi. Jurusan Teknik Pengelasan dan Teknik Otomotif menjadi jurusan favorit tahun ini, dengan total 10 rombongan belajar (3 pengelasan dan 7 otomotif).

” Siswa jurusan otomotif telah menunjukkan keterampilan luar biasa. Mereka mampu merehabilitasi mobil dan motor rusak hingga tampil seperti baru. Tak hanya praktik memperbaiki kendaraan, para siswa juga dibekali analisis mesin, sistem kelistrikan, dan pemrograman kendaraan modern.” Ujarnya.

Selain itu, menurutnya bengkel otomotif SMK 2 Pangkep saat ini menjadi laboratorium produktif di mana siswa bisa belajar langsung dan menciptakan inovasi. Bahkan sudah bekerja sama dengan bengkel profesional untuk praktik industi.

” SMK 2 Pangkep juga aktif membina siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti seni, olahraga, dan kewirausahaan, sebagai bagian dari pembentukan karakter dan keterampilan hidup.” Ungkapnya.

Dirinya juga berharap perhatian dan dukungan dari pemerintah serta dunia usaha terhadap SMK semakin besar.

“SMK itu ujung tombak tenaga kerja terampil. Dengan dukungan tepat, kita bisa lahirkan banyak inovator muda dari Pangkep,” Tutupnya.

(Redaksi***)