KabartaNews.Pangkep – Dunia pendidikan Kabupaten Pangkep kembali tercoreng oleh dugaan kasus pelecehan yang melibatkan oknum Kepala Sekolah SMPN 1 Mandalle berinisial Amr. Ia dilaporkan telah mengganggu seorang stafnya yang sudah bersuami melalui percakapan daring (chatting) bernada vulgar.

Informasi ini disampaikan oleh suami keluarga di salah satu Warkop di kota Pangkep, Jumat, 21 Juni 2025. Terkuaknya dugaan perbuatan tak senonoh ini disebut-sebut bukan kali pertama. Sumber tersebut mengatakan bahwa perilaku menyimpang oknum kepala sekolah itu sudah lama tercium dan diendus oleh beberapa tenaga pengajar di lingkungan sekolah.

Puncak kecurigaan muncul saat suami korban secara tak sengaja membuka aplikasi WhatsApp istrinya pada hari ahad 4 Mei 2025, ketika istrinya sedang mencuci pakaian. Ia terkejut menemukan percakapan yang berisi konten vulgar antara istrinya dan oknum Kepala Sekolah Amr.

Tak terima dengan temuan tersebut, sang suami kemudian meminta istrinya untuk menghubungi Amr. Tanpa rasa curiga, Amr mendatangi kediaman korban, dan di sanalah terjadi cekcok.

Saat dikonfirmasi, suami korban dengan tegas meminta agar pelaku segera ditindak. Ia menganggap oknum Kepala Sekolah Amr tidak layak lagi menyandang status sebagai pendidik, apalagi seorang kepala sekolah.

“Saya minta maaf, saya manusia biasa. Kalau kasus ini tidak segera ditangani, saya kalap dan tidak bisa kendalikan emosi. Bisa-bisa terjadi pertumpahan darah. Saya baru bisa tenang kalau oknum Kepala Sekolah tersebut dipindahkan dari sekolah ini dan mendapat sangsi yang berat,” ungkap suami korban dengan nada geram.

Saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten saat di hubungi Kadis Disdikbud penyampaian kasus ini sudah ditangani Bidang SMP

Kasus ini kini menjadi perhatian serius dan diharapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pangkep segera mengambil tindakan tegas demi menjaga marwah dunia pendidikan dan memberikan rasa keadilan bagi korban. (Red)